Thursday, June 16, 2011

Menuntut Ilmu Seumur Hidup


Dunia semakin hari semakin mengalami perubahan, perubahan itu terjadi secara alami dan karena campur tangan manusia. Perubahan itu pula yang harus membuat manusia semakin peka akan kejadian-kejadian yang ada. Hadirnya berbagai ilmu pengetahuan di dunia ini memudahkan manusia untuk beraktivitas, teknologi yang canggih di dukung oleh komputerisasi membuat manusia semakin terbantu melakukan aktivitasnya, semuanya terasa lebih mudah. Alat komunikasi yang tak mengenal jarak dan waktu semakin memudahkan manusia untuk terus melakukan interaksi dimanapun dan kapanpun. Begitu cepat perubahan dan perkembangan itu terjadi, hal ini menuntut manusia harus terus belajar dimanapun dan kapanpun.
            Pada dasarnya manusia dilahirkan kealam dunia ini dalam keadaan fitrah atau suci sesuai dengan hadist Rasululullah Saw, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi.” Sejak anak dilahirkan kealam dunia ini sesungguhnya adalah awal manusia mulai belajar, karena di dalam Islam dikatakan bahwa manusia itu belajar sejak ia dilahirkan sampai ia masuk kedalam liang lahat. Sungguh luar biasa ajaran Islam mendidik umatnya untuk terus menuntut ilmu pengetahuan tanpa mengenal usia, selama kita masih bisa menikmati hidup, selama kita masih bisa menghirup udara, selama kita masih bisa bergerak itu artinya kita wajib menuntut ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu ketika seorang anak mulai dilahirkan kealam dunia ini orang tua sudah mulai mengjari anaknya dengan berbagai hal tentunya dengan konsep dan metode yang sesuaI dengan usianya.
            Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep tentang belajar terus menerus dan berkesinambungan (continuing-learning) dari buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia. Oleh karena setiap fase perkembangan pada masing-masing individu harus dilalui dengan belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembanganya, maka belajar itu dimulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan bahkan masa tua. Bertolak dari fase-fase perkembangan seperti dikemukakan Havinghurst, berimplikasi kepada keharusan untuk belajar secara terus menerus
            Konsep belajar sepanjang hayat atau yang dikenal dengan Long Life education bisa dilakukan dimana saja, mulai dari lingkungan keluarga dimulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan sampai dengan usia tua, belajar sepanjang hayat juga bisa dilakukan dalam pendidikam formal, dari mulai Taman kanak-kanak, Sekolah dasar, Sekolah menengah pertama, Sekolah menegah atas/kejuruan, perguruan tinggi. Lahirnya konsep belajar sepanjang hayat adalah bagian dari keprihatinan pada dunia pedidikan yang ada, karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa menikmati pendidikan pada dunia formal. Oleh sebab itu belajar sepanjang hayat bisa dilakukan pada kegiatan non formal, misalnya kegiatan pelatihan, PLS, kelompok belajar dan lain sebagainya.

Saturday, May 28, 2011

10 MACAM KEKEJAMAN



Sufyan Atsauri berkata:"Sepuluh macam daripada kekejaman ialah:

1.Seorang yang berdoa untuk dirinya sendiri,dan tidak mendoakan untuk anak-anaknya dan kaum mukmin.

2.Seorang yang pandai membaca Al-Quran, tetapi tiap harinya tidak membaca seratus ayat.

3.Seorang yang masuk masjid lalu keluar dan tidak sembahyang dua rakaat.

4.Seorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur.

5.Seorang yang sampai di suatu kota pada hari Jumaat kemudian tidak sembahyang jemaah.

6.Seorang yang di daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba tidak mahu belajar apa-apa daripadanya.

7.Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya itu.

8.Seorang diundang pada jamuan tiba-tiba tidak datang.

9.Pemuda yang tidak ada kerja dan tidak mahu belajar ilmu dan kesopanan.

10.Seorang yang kenyang sedang dia tahu bahawa tetangganya lapar, tetapi tidak diberi dari makanannya itu.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."

Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Secara Ringkas

       Bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah suatu golongan yang telah Rasulullah SAW janjikan akan selamat di antara golongan-golongan yang ada. Landasan mereka bertumpu pada ittiba'us sunnah (mengikuti as-Sunnah) dan menuruti apa yang dibawa oleh nabi baik dalam masalah ‘aqidah, ibadah, petunjuk, tingkah laku, akhlak dan selalu menyertai jama'ah kaum Muslimin.
     Dengan demikian, maka definisi Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak keluar dari definisi Salaf. Dan sebagaimana telah dikemukakan bahwa salaf  ialah mereka yang mengenalkan Al-Qur-an dan berpegang teguh dengan As-Sunnah. Jadi Salaf adalah Ahlus Sunnah yang dimaksud oleh Nabi SAW. Dan ahlus sunnah adalah Salafush Shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka.
     Inilah pengertian yang lebih khusus  dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Maka tidak termasuk dalam makna ini semua golongan ahli bid'ah dan orang-orang yang mendikuti keinginan nafsunya, seperti  Khawarij, Jahmiyah, Qadariyah, Mu'tazilah, Murji'ah, Rafidhah (Syiah) dan lain-lainnya dari ahli bid'ah yang meniru jalan mereka.
Maka sunnah adalah lawan kata bid'ah, sedangkan jama'ah lawan kata firqah (gologan). Itulah yang dimaksudkan dalam hadits-hadits tentang kewajiban berjama'ah dan larangan bercerai-berai.
      Inilah yang dimaksudkan oleh "Turjumanul Qur-an (juru bicara al-Qur-an)" yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. dalam menafsirkan firman Allah Ta'ala, "Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula maka yang hitam muram". (Ali Imran: 106).
Beliau berkata, "Muka yang putih berseri adalah muka Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan muka yang hitam muram adalah muka ahlil bid'ah dan furqah (perselisihan)." (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Juz I hal. 390 (QS. Ali Imran: 106).

3 Cahaya di Hari Kiamat



 Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :

Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.


Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum azan.

Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi.

10 mayat Xreput dan Xbusuk




Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya

TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati:


1. Para Nabi
2. Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Sunday, May 22, 2011

TUJUH PERKARA GANJIL


Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan  mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut  berjumpadengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s.w.t. Dia berkata, "Sepanjang aku menggali  kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang  menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang  sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."

1.      " Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya  menghadap kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu.
Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s.w.t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s.w.t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.

2.      Sambung pemuda itu lagi,  " Golongan yang kedua, aku  lihat  wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah  merekatelahpun bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?
" Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai anak muda, mereka  itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain.

3.      " Pemuda itu menyambung lagi,  " Wahai tuan guru, golongan yang  ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Pabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada  perutnya itu."
" Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.”

4.      " Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya  bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai  tuan guru?
" Jawab ahli ibadah itu,  " Wahai pemuda, itulah golongan  manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s.w.t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya."




5.      " Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang,  hinggamembelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu.
" Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar  memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan  tidak  bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s.a.w. pernah  bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda," jelas ahli ibadah tersebut.

6.      " Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat,  sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali  semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air  hitam yang amat busuk baunya,"
" Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba  sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.

7.      " Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian  halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, 
" Wahai pemuda, mereka  itulah  golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya  sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan  kemuliaan di sisi Allah s.w.t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya." Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s.w.t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan  atas

Wednesday, May 11, 2011

TIGA TANDA GOLONGAN

3 tanda bagi golongan mukmin
1. Mengerjakan solah
2. Membayar zakat
3. Berpuasa

3 tanda bagi golongan munafik
1. Bohong bila berbicara
2. Mungkir bila berjanji
3. Khianat bila diberi amanah

3 tanda bagi golongan zalim
1. Menzalimi orang bawahannya dengan kekerasan
2. Menderhakai orang di atasnya
3. Melahirkan kezaliman secara terang-terangan

3 tanda bagi golongan riak
1. Rajin apabila ia berada di hadapan orang ramai
2. Malas bila bersendirian
3. Ingin dipuji dalam semua perkara

3 tanda bagi golongan pemalas
1. Menunda-nunda waktu sampai sia-sia
2. Mensia-siakan kesempatan sampai luput
3. Melalaikannya sampai berdosa

3 tanda bagi golongan berakal
1. Berusaha untuk penghidupan
2. Mencari hiburan dalam perkara yang tidak terlarang
3. Mengenang hari akhirat